Gogitainvestigasi. com. Proyek Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTP) Mataloko, yang merupakan kerja sama antara Ditjen Geologi dan Sumber Daya Mineral ( GSDM), Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE ) Pemda Ngada dan PT. PLN, mangkrak.
PLTP Mataloko yang sebelumnya dijanjikan pemerintah, akan menghasilkan tenaga listrik sebesar 35.000 megawatt, untuk melayani kebutuhan listrik bagi masyarakat kabupaten Ngada, semuanya nihil.
Mangkraknya Proyek PLTP Mataloko, patut diduga adanya kong kali kong para pihak yang mengakibatkan negara mengalami kerugian Miliaran Rupiah. Anggaran yang dikucurkan pemerintah tidak tepat sasaran dan tepat guna. Meninggalkan penderitaan rakyat hingga saat ini.

Dari pantauan media ini, Senin, (30/12/2024) pukul 8.00 Wita, di PLTP Mataloko, Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Kondisinya sangat memperihatinkan.
Nampak Beberapa bangunan, kondisinya tidak terawat, bak rumah hantu yang tak berpenghuni. Pipa – pipa penyalur uap panas dari sumur bor, tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Semuanya hancur menjadi barang rongsokan.
Bertolomeus Tai, Warga desa Ulu Belu, kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya adalah juga salah satu korban dari Proyek tersebut.
“Semburan lumpur panas akibat kebocoran dalam proses pengeboran telah merusak Sejumlah lahan pertanian. Hasil komoditi menurun drastis, banyak lahan tak produktif lagi, ” tutur Bertolomeus.
Lanjut Bertolomeus, saat ini Proyek tersebut akan dilanjutkan kembali, dan direncanakan akan dilakukan pengeboran di beberapa titik di wilayah kecamatan golewa.
Pihaknya berharap agar PLTP Mataloko, bisa segera berfungsi kembali, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
John Robinson, Manager PLTP Mataloko, saat dihubungi media ini melalui stafnya,tidak berada di tempat (cuti).
Sementara itu, Eko staf PT. Cipta Bangun Nusantara (CBN) bagian K3 saat ditemui media, tidak mengijinkan media ini untuk menemui pimpinannya, dengan alasan pimpinan tidak berada ditempat.
“Maaf pak, Bapak dari mana? maksud apa bapak datang kesini? Kedatangan bapak kesini kami tidak undang,” tutur Eko, dengan sikap arogannya,saat kehadiran media ini di halaman kantor PT. Cipta Bangun Nusantara (CBN)
Media ini mencoba menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran media ini, berhubungan dengan pekerjaan infrastruktur access road, wellpad, dan supply water system PLTP Mataloko, dan juga sistim kontrak kerja terhadap ratusan tenaga kerja lokal yang dipekerjakan pihak PT. Cipta Bangun Nusantara, namun tetap tidak dihiraukan.

Perlu diingat,bahwa media adalah alat kontrol untuk mempublikasikan semua informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan proses pembangaunan di Republik ini. Karena anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan daerah ini adalah hasil cucuran keringat rakyat yang dipungut pemerintah melalui pajak yang dibayar masyarakat setiap tahun.
Media ini, berharap pekerjaan lanjutan pengembangan kelistrikan di PLTP Mataloko, tidak mengorbankan masyarakat kecil yang memiliki lahan pertanian, beserta tanaman yang ada di atasnya, karena itu adalah sumber kehidupan mereka. (ign)









