Bersama  Membangun Kasih Persaudaraan  Dalam Semangat Fraternitas

Daerah347 Dilihat

Gogitainvestigasi.com. Pentabisan Uskup  Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD Kamis, ( 22/08)2024)  telah mempersatukan Umat lintas Agama di Bumi Pancasila.

Keterlibatan para tokoh dan umat semua agama dalam rangkaian seluruh acara tabisan uskup Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD menunjukkan bahwa sesungguhnya kasih Persaudaraan tertanam kuat di daerah ini.

Atas kesadaran  bahwa kita berpijak di tanah yang sama dan dibekali oleh keluhuran ilahi yang diwariskan para leluhur memungkinkan kita hidup bersama dalam damai.

Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD dengan Motonya  “Caritas Fraternitatis Maneat In Vobis” (Peliharalah Kasih Persaudaraan).mempererat  hubungan persaudaraan yang sudah terpelihara dengan baik selama ini.

Semoga dengan moto tersebut mampu meneruskan nilai persaudaraan yang sama dan menjadi rujukan yang patut dibanggakan di masa yang akan datang.

Mgr.Silvester San. Dalam kotbahnya saat  tabisan Uskup Agung Ende mengatakan, Mgr.Paulus Budi Kleden, SVD  dengan motonya “Caritas  Fraternitatis In Vobis”  Mengajak seluruh umat untuk menjalani hidup praktis yang berkenan kepada Allah dengan memelihara kasih Persaudaraan

“Kasih adalah Dasar untuk membangun hidup persaudaraan, sebaliknya persaudaraan harus dibangun atas dasar kasih,”ungkap Mgr.Silvester San.

Lanjut Mgr.Silvester San, Tanpa kasih Persaudaraan bisa berubah menjadi pertikaian, konflik dan permusuhan. Hilangnya kasih hilang pula persaudaraan itu.

Kasih persaudaraan harus dibangun di atas dasar kasih Kristus Sendiri. Yaitu kasih yang rela berkorban, kasih tanpa pandang bulu.

Sementara Mgr.Paulus Budi Kleden.SVD  mengatakan Persaudaraan adalah warisan yang kita terima sebuah kekayaan kultural dan religius yang menjadi kekuatan bersama kita.

Kasih Persaudaraan lintas batas agama, lintas usia, lintas batas kelas ekonomi, batas Ideologi, kasih persaudaraan dengan alam lingkungan rumah kita bersama.

Sebagai insan berbudaya  mahluk beriman, sebagai pengikut Kristus Yang sadar bahwa imannya mestinya merupakan iman yang terlibat, yang sadar konteks, yang peka terhadap bahaya Arogansi Personal dan kelompok yang gampang mempolarisasi.

Kita semua diajak untuk memelihara kasih Persaudaraan dan untuk merawat alam.Ditengah situasi gereja, bangsa dan dunia yang  mudah terancam perpecahan karena ambisi pribadi.

Kita perlu baharui tekad dan teguhkan komitmen untuk menghidupi secara lebih sadar warisan leluhur itu dari tanah ini Kasih Persaudaraan.

“Jangan kita gadaikan persaudaraan itu, dengan isu -isu yang merusak nama baik agama dengan  peristiwa -peristiwa Politik sesaat,”tegas Mgr.Paulus Budi Kleden. SVD.(ign)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *