Gogitainvestigasi.com. Empat orang Nelayan asal Ende, berinisial ANA, PA, AH, RS, ditangkap Satuan Polisi Perairan Polres Ende saat berpatroli, kedapatan membawa bahan peledak dilaut, kamis (1/8/2024)
Kronologi kejadianya menurut Kasatreskrim. Polres Ende, AKP Cecep Ibnu Ahmadi., S.I.K., S.H., M.H., awal mulanya keempat nelayan tersebut pada hari selasa tanggal 7 Mei 2024 sekitar jam 12.15 Wita Melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan atau membawa bahan peledak tanpa hak dan secara bersama sama.
Pada saat itu ada anggota Satpolair Polres Ende melakukan Patroli rutin di perairan teluk Ippi dan menemukan bahan peledak diatas Kapal mereka yaitu berupa serbuk warna putih dan serbuk warna cokelat.
Setelah dilakukan uji dilaboratorium forensik Polri merupakan bahan peledak dan setelah di tanya oleh penyidik para tersangka menerangkan melakukan penangkapan ikan di teluk Ippi dengan titik koordinator 8°53.023″LS-121°39.818″BT.
Cara yang dlakukan para tersangka, ANA alias Nofel pemilik kapal (tanpa nama), PA, AH dan RS melihat segerombolan ikan sedang bermain tersangka mengambil sebuah bom ikan dari dalam Kulbox yang sudah di racik dan siap digunakan berupa sebuah botol kaca sedang (Botol Bear ukuran sedang) lalu melakukan pembakaran pada sumbu/ujung botol menggunakan sebuah pemantik gas dan melempar pada kumpulan ikan di air laut sehingga terjadilah ledakan yang mengakibatkan ikan mati. Ucapnya.
“Mereka punya tugas masing masing pada saat bahan sudah di lembaran kedalaman laut, ANA alias Nofel yang melakukan pelemparan bahan di dalam laut, PA bertugas bagian jaga terhadap selang kompresi di kapal untuk menghindari terbalik atau terlipat pada saat digunakan saat menyelam untuk mengambil ikan dilaut.
AH alias Bowo menyelam untuk mengambil ikan di laut menggunakan mesin kompresor sedangkan RS alias Rian bagian jaga tali jangkar kapal supaya kapal tidak berpindah tempat pada saat temannya menyelam mengambil ikan di laut”. Ucap Kasat Reskrim Polres Ende.
Dikatakan Kasatreskrim Polres Ende, Perbuatan para tersangka ini dilakukan secara bersama -sama melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (Bom ikan) dan membawa bahan peledak tanpa hak yang mengakibatkan kerugian pada Negara.
Perbuatan keempat tersangka ini melanggar pasal 84 Ayat (1) jo pasal 08 ayat (1) UU Nomor.45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU no 31 tahun 2024 tentang perikanan dan atau Pasal 1 ayat (1) UU darurat No.12 tahun 1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. tambahnya.
Untuk diketahui bahwa selama proses berlangsung keempat tersangka ini tidak ditahan. Dan pada saat rilis kemarin berdasarkan petunjuk dari JPU, berkasnya sudah dinyatakan lengkap dan proses selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke JPU untuk proses selanjutnya. (ignas)







