Gogitainvestigasi. Com-Ende -NTT.
AW, pelaksana proyek Rehabilitasi ruang kelas SMP Swasta Katolik Emanuel Mautenda, Kecamatan Welamosa, kepada media ini senin, ( 15 /7/2024) mengeluh, pihaknya mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
Pasalnya, uang untuk pembayaran termin ke 3, (25 % ) dari Pagu anggaran 117.900.000, Rp. 29.475.000, Sejak tahun 2021 belum diterimanya, dari Dinas pendidikan Dan Kebudayaan ( penyedia Proyek).
.
AW, mengatakan Proyek Rehabilitasi ruang kelas SMPK Swasta Mautenda sudah selesai dikerjakan (100) % sejak tahun 2021, dengan pagu anggaran Rp. 117.900.000 dari Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2021.
Dikatakan AW,pihaknya sudah berulang kali menghubungi MN Pegawai Dinas P Dan K yang membidangi Proyek tersebut, lewat telepon selulernya namun tidak pernah direspon.
“Saya sudah berulang kali pak, menghubungi MN lewat telephone selulernya namun tidak pernah direspon. Sy telpon, masuk pak. Tapi tidak pernah diangkat,”tutur AW.
Diakui AW, bahwa memang ada 2 item pekerjaan yg tidak bisa diselesaikan, yakni teras keliling dan saluran sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam kontrak tersebut.
“Tetapi atas perintah MN 2 item pekerjaan tersebut,tetap kami lanjutkan hingga tuntas,dan foto bukti hasil pekerjaan tersebut sudah kami serahkan ke MN, “Kata AW.
Lanjut AW,setelah pekerjaan 2 item tersebut kami selesaikan dan mengirim foto hasil pekerjaan tersebut, MN tidak pernah menghubunginya lagi hingga saat ini.
MN, saat di konfirmasi media ini di kediamannya membenarkan bahwa pihaknya yang memerintahkan untuk melanjutkan pekerjaan 2 item tersebut,sebelum ada pemeriksaan dari Inspektorat.
” Benar aji, saya yang suru mereka untuk lanjutkan pekerjaan tersebut sebelum ada pemeriksaan dari Inspektorat. Tetapi tidak dikerjakan aji. Setelah Inspektorat turun periksa baru mereka kerja lagi 2 item tersebut, ” Kata MN
Lanjut MN. Jadi, yang dibayar sesuai dengan hasil review dilapangan. 2 item pekerjaan tersebut terlambat dikerjakan makanya, tidak mendapat rekomendasi dari Inspektorat untuk dibayar.
“Saya sudah berupaya untuk menunjukan foto hasil pekerjaan tersebut ke Inspektorat aji, Tapi sudah terlambat aji, karena proses surat menyuratnya sudah berjalan,” tegas MN. (ignas)












