Waspada Money Politik Dalam Ritus Pergantian Rezim Pada Pilkada Ende 2024

Gogitainvestigasi.Com.Empat Paket bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Ende sudah mendaftarkan diri di KPU Ende, sebagai Peserta Pilkada Kabupaten Ende tahun 2024.

Keempat paket tersebut sudah bisa dipastikan  akan  berkompetisi pada Pilkada yang akan datang untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan di Pemerintahan.

Kekuasaan tersebut tidak boleh  dan tidak bisa dipegang terus menerus oleh seseorang. Oleh karena itu Demokrasi memberi kesempatan Kepada  calon yang lain, untuk ikut  berkompetisi secara sehat dan Santun melalui Pilkada yang akan datang.

Ketua KPU Ende, Wilhelmus Hermanto Lose, S.Sos saat Launcing Pilkada Ende 2024 di Lapangan  Pancasila beberapa bulan yang lalu mengatakan, Pilkada sangat rawan dengan pelanggaran.

“Salah satunya adalah praktek “Money Politik” atau Politik uang dengan modus politik patronase dan klientisme, adanya politik identitas, suku, agama, dan wilayah,”tutur Wilhelmus.

Politik Uang sulit untuk dihindarkan. Penggunaan uang, barang untuk menggaet suara pemilih ditengarai menjadi salah satu faktor pemenangan bagi kandidat yang memiliki modal besar.

Politik Uang belum tentu juga akan bisa menjadi jaminan bahwa dengan membayar suara masyarakat, akan memperoleh kemenangan dalam kontestasi Pilkada.

Walau memiliki sumber daya yang banyak sekalipun, tidak ada jaminan untuk memenangi Pilkada. Akibatnya kandidat yang melakukan Money Politik  hanyalah melakukan perjudian.

Money Politik mengakibatkan lunturnya nilai-nilai demokrasi. Karena pemilih dalam menentukan pilihan  bukan berdasarkan “Rasionalisasi” terhadap visi-misi dan kebijakan akan tetapi pemilih membuat keputusan atau pilihan berdasarkan iming-iming uang atau barang.

Politik uang sangat berbahaya untuk membangun proses demokrasi yang bersih, sebab politik uang bisa merendahkan martabat rakyat.

Rakyat dinilai hanya dengan uang dan bahan makanan yang tidak sebanding dengan lima tahun masa jabatan yang berhasil mereka rebut dengan cara ini.

Adanya budaya politik uang yang digunakan untuk memperoleh kekuasaan  akan membuka peluang kepada para kandidat yang ikut berkomptisi ini untuk melakukan korupsi  jika mereka terpilih nanti.

Sebab, transaksi politik dengan uang yang banyak, tentunya akan mempengaruhi mereka, untuk menyalah gunakan kekuasaan yang diperoleh, untuk mengembalikan uang mereka yang telah digunakan selama kampanye berlangsung.

semakin besar uang yang digunakan untuk politik uang atau money politik, maka akan semakin besar uang negara yang dikorupsi setelah mereka terpilih nantinya.

Dalam konteks pilkada, mekanisme demokrasi bisa sangat mengecewakan hasilnya mengingat mayoritas rakyat pendidikannya rendah.

Dan sebagian elite politik hanya memikirkan diri dan kelompoknya sehingga yang terjadi adalah manipulasi dan mobilisasi masa yang naif.

Dan diperparah dengan memanfaatkan kemiskinan rakyat dengan manipulasi politik uang sehingga  hak dan kedaulatan rakyat yang merupakan roh demokrasi telah dibajak, dirampas dan dibunuh oleh para elite politis dengan senjata uang.

Perlu diingat bahwa praktik Money Politik, sangat rumit dan tingkat keberhasilannya tidak bisa diprediksi. Apabila ketahuan, maka sangsinya adalah jeruji besi.

Perlu kesadaran dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama memberantas politik uang dalam pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Ende. ( ign)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *